SERANG – Guru ngaji yang sederhana dan inspiratif adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan tulus mengajarkan huruf demi huruf Al-Qur’an di tempat-tempat terpencil tanpa mengharapkan balasan duniawi dari para santri, bahkan tidak sedikit para santri yang di berikan keterampilan untuk bekal santrinya di kemudian hari.
Seperti yang di lakukan Pimpinan Pondok Pesantren Salafi Mabda’ul Falah yang berlokasi Kp Junti Sabrang, Desa Junti, Jawilan, bernama Ustad Arif Hidayat, yang lahir di Serang pada 04 Januati 1998.
Dengan 15 orang santrinya Ustad Arif Hidayat mengelola Pondok Pesantren menjadi tempat menimba ilmu Agama dan keterampilan, salah satunya adalah memanfaatkan media sosial.
Selain keterampilan memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mengahasilkan pundi pundi rupiah, mereka di latih keterampilan yang lain seperti “cara bangun rumah,jual beli online beternak dan lain sebagainya
Yang lebih menariknya lagi Ustad Arif Hidayat selain berdak’wah dan mengisi ceramah agama, beliau juga menjadi salah satu Konten Creator sulap yang cukup menghibur para penggemarnya.
Perlu di ketahui, dari hasil pernikahannya dengan Siti Fatmawati yang lahir di Tangerang 07-07-1994 mereka di karuniai 4 orang anak yang bernama
1.Muiz Sibaweh 13 Tahun,
2.M Syis Muntafi 10 Tahun
3.Siti Nafisah 5 Tahun dan
4.Muhammad Zayin baru lahir
Menurutnya Ustad Arif Hidayat, Sulap merupakan suatu seni pertunjukan yang diminati sebagian besar masyarakat di dunia, karena pada penyajiannya sulap dapat membuat heran penontonnya akan rahasia di balik penyajiannya.
Sulap merupakan suatu gabungan dari berbagai seni yang ada, misalnya seni tari, seni musik, seni rupa, dll dan merupakan penerapan dari gabungan berbagai disiplin ilmu yang ada. Misalnya ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu kimia, ilmu psikologi, dan lain-lain.
Seni Sulap bukanlah suatu keterampilan yang berbau klenik atau supranatural, karena setiap trik sulap dapat dijelaskan. Sulap semata-mata hanyalah permainan “kelihaian” tangan, manipulasi, hasil kerja dari suatu perlengkapan/ peralatan ataupun efek yang timbul dari suatu reaksi kimia dan yang telah dilatih sebaik mungkin oleh seorang pesulap sebelum dipertunjukkan kepada orang lain. Oleh sebab itu sulap dapat dipelajari oleh semua orang, asalkan orang tersebut mau berlatih pula dengan baik.
Sayang sekali sampai sekarang masih saja ada orang yang menyamakan sulap dengan sihir/mistik. Sulap dianggap sebagai satu kekuatan supranatural karena disesatkan oleh beberapa pesulap yang hanya memikirkan popularitas dan uang saja. Pesulap yang sejati tidak akan membiarkan orang lain berpikir terlalu jauh bahwa pesulap mempunyai kekuatan sihir.
Menjadikan sulap sebagai alat dakwah (sering disebut Islamic Magic atau Gospel Magic dalam tradisi lain) adalah metode kreatif yang sangat efektif untuk mengajar anak-anak. Trik sulap berfungsi sebagai visualisasi (alat peraga) agar santri lebih mudah memahami, mengingat, dan tidak bosan saat mengaji.
Berikut adalah beberapa ide trik sulap sederhana yang diubah menjadi media dakwah beserta filosofi Islam di baliknya:
1. Trik Air Keruh Menjadi Bening (Filosofi Taubat dan Istighfar)
Permainan: Guru menyiapkan segelas air bening (ibarat hati yang suci). Lalu dimasukkan setetes cairan iodin/betadine hingga airnya berubah menjadi hitam/keruh. Setelah itu, dimasukkan zat penetral (seperti vitamin C cair), dan air kembali bening seketika.
Pesan Dakwah: Hati manusia awalnya bersih. Namun, setiap kali berbuat dosa, muncul noda hitam di hati (HR. Tirmidzi). Cara membersihkannya adalah dengan istighfar dan taubat. Begitu kita bertaubat, Allah menghapus dosa tersebut hingga hati kembali bersih.
2. Trik Tali Putus Tersambung Lagi (Filosofi Silaturahmi)
Permainan: Guru memotong sebuah tali menjadi dua bagian di depan santri. Kemudian, dengan sedikit trik tangan (atau menggunakan tali khusus sulap), kedua ujung tali disatukan kembali dan ditarik hingga menjadi satu tali yang utuh tanpa sambungan.
Pesan Dakwah: Tali yang terputus ibarat hubungan persaudaraan yang retak karena pertengkaran. Islam sangat melarang memutuskan tali persaudaraan. Kita harus menjadi juru damai yang menyambung kembali silaturahmi agar berkah dan panjang umur.ujarnya (Red)


















