TANGERANG SELATAN – Pelatihan produksi film bagi pelajar yang sempat tertunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 kini kembali berjalan. Puluhan pelajar SMK Techno Media, Kota Tangerang Selatan, antusias mengikuti workshop perfilman yang digelar melalui kolaborasi Kreasi Jingga Production dan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nasional (UNAS), Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula SMK Techno Media tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Workshop ini menghadirkan sejumlah praktisi perfilman untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan mengenai proses produksi film kepada para pelajar, khususnya siswa jurusan broadcasting dan perfilman.
Sementara itu, pelatihan yang direncanakan berlangsung di SMAS Yadika 8, Kabupaten Bekasi, masih menunggu penjadwalan ulang melalui komunikasi antara pihak penyelenggara dan sekolah.
Panitia penyelenggara sekaligus Dosen Videografi FISIP UNAS, Umar Fauzi Bahanan, mengatakan penundaan dilakukan setelah kondisi lingkungan terdampak abu vulkanik dan sejumlah sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar.
“Kami sudah menghubungi pihak sekolah. Saat itu, abu vulkanik tersebar di sejumlah wilayah dan beberapa sekolah diliburkan oleh dinas pendidikan. Di antaranya, sekolah di Tangerang Selatan libur sepekan dan di Bogor libur tiga hari. Agar tidak membingungkan narasumber maupun peserta, kami bersama pihak sekolah sepakat menunda kegiatan,” kata Umar.
Umar juga dikenal sebagai pemeran Hakim Budi dalam film Keadilan – The Verdict (2025).
Hadirkan Praktisi Perfilman
Dalam workshop di SMK Techno Media, para peserta mendapatkan kesempatan belajar langsung dari sejumlah praktisi yang telah berkecimpung dalam industri perfilman nasional.
Narasumber yang hadir antara lain RAY Dewi Kusuma, Executive Producer film Lantai 4 (2022) sekaligus CEO Kreasi Jingga Production; Umar Fauzi Bahanan, Dosen Videografi FISIP UNAS; Bayu Pamungkas, sutradara film Doti: Tumbal Ilmu Hitam (2025) dan De Toeng: Misteri Ayunan Nenek (2021); serta Erry Sofid, penulis skenario film Hantu Jeruk Purut (2006) dan Malam Jumat Kliwon (2007).
Kehadiran para praktisi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan pelajar mengenai berbagai profesi di industri film, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, hingga produksi.
Wakil Kepala SMK Techno Media Bidang Kurikulum, Fikri Darmansyah, S.Kom., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap workshop dapat meningkatkan kompetensi siswa, terutama mereka yang menempuh pendidikan di jurusan broadcasting dan perfilman.
“Anak-anak, tolong jaga baik-baik nama almamater kalian. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa, khususnya di SMK yang jurusannya mengharuskan kita mampu membuat karya film,” ujar Fikri.
Ia menjelaskan, SMK Techno Media menjadi salah satu sekolah yang membuka jurusan broadcasting di Tangerang Selatan. Karena itu, ia berharap para siswa dapat terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang membanggakan.
Fikri juga mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta menargetkan keikutsertaan dan prestasi di bidang perfilman pada 2027.
Selain pengembangan kompetensi siswa, Fikri tengah merencanakan pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mendukung kompetensi calon lulusan sekolah yang dipimpinnya.
Dorong Lahirnya Sineas Muda
Workshop perfilman yang sebelumnya telah menyambangi sejumlah sekolah di Jakarta, Bandung, dan Bogor ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan rumah produksi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelajar yang memiliki minat di bidang perfilman dengan para pelaku industri, sehingga mereka memperoleh gambaran nyata mengenai peluang dan tantangan bekerja di dunia sinema.
Sutradara Bayu Pamungkas mengaku senang dapat terlibat sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, workshop di sekolah-sekolah memberikan kesempatan untuk mengenali potensi kreatif generasi muda sekaligus berbagi pengalaman mengenai proses berkarya.
“Dari beberapa workshop yang saya ikuti di sekolah, banyak bakat potensial dari kalangan pelajar yang bisa menjadi penerus industri film. Mereka kreatif dan memiliki ide-ide segar,” ujar Bayu melalui pesan WhatsApp.
Ia menilai workshop dapat menjadi ruang diskusi dan berbagi pengetahuan bagi pelajar untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan.
Bayu berharap kegiatan serupa dapat berlanjut karena industri perfilman membutuhkan kreator dan sineas baru yang mampu memberikan warna bagi perkembangan film nasional.
Harapan serupa disampaikan RAY Dewi Kusuma. Ia mengaku senang dapat berbagi ilmu dengan generasi Z dan berharap generasi muda memiliki beragam keterampilan untuk menghadapi dinamika industri kreatif.
“Selama melakukan workshop, kami senang bisa berbagi ilmu. Di masa sekarang, Gen Z harus multitalenta. Dunia sinema tidak selalu berada dalam kondisi yang sama. Dengan kemampuan yang beragam, generasi sekarang, terutama pekerja seni, diharapkan tetap mampu bertahan karena bisa menjalankan berbagai peran,” ungkap RAY.
Saat ini, RAY tengah mempersiapkan perilisan film terbarunya yang berjudul Tanam Susuk.
Sementara itu, penulis skenario Erry Sofid berharap workshop tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pelajar yang tertarik mengembangkan kemampuan di bidang perfilman maupun penulisan naskah.
Menurut Erry, kegiatan tersebut juga dapat memperluas wawasan pelajar di luar pembelajaran formal di sekolah.
“Melalui workshop yang telah beberapa kali diselenggarakan, diharapkan kegiatan ini menjadi sumber ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi para pegiat karya di bidang perfilman atau penulisan naskah, sekaligus memperluas wawasan di samping aktivitas belajar di sekolah,” kata Erry.
Ia berpesan agar pelajar yang memiliki minat di dunia sinema terus mengembangkan kemampuan, menjaga semangat, dan berani mewujudkan cita-cita.
“Masa depan dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Siapkan Pelatihan di Sekolah Lain
Penyelenggara berencana melanjutkan program pelatihan produksi film bagi pelajar dalam beberapa bulan mendatang.
Sejumlah sekolah yang masuk dalam rencana pelaksanaan berikutnya adalah SMAN 10 Kota Depok dan SMAS Yadika 8 Kabupaten Bekasi, yang kegiatannya sempat tertunda.
Melalui program ini, penyelenggara berharap semakin banyak pelajar mendapatkan akses pembelajaran langsung dari praktisi perfilman, sekaligus memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang dapat menjadi bekal memasuki industri film nasional. (Ramdhani)


















